;

03 Juli 2009

Faktor – Faktor Perusak Kayu Lainnya


Faktor - faktor perusak kayu lainnya adalah :

Pecah Busur dan Pecah Gelang

Pecah busur ialah pecah yang mengikuti arah lingkungan tumbuh, bentuknya kurang dari setengah lingkaran. Sedangkan pecah gelang ialah kelanjutan pecah busur yang kedua ujungnya bertemu membentuk lingkaran penuh atau lebih dari setengah lingkaran. Hal ini disebabkan ketidakseimbangan dalam penyusutan pada waktu kayu mengering, juga karena tegangan di dalam kayu yang tiba-tiba terlepas pada waktu penebangan. Pengaruh cacat ini serupa halnya dengan pengaruh cacat belah dan pecah.

Hati Rapuh

Sebelum membahas hati rapuh, perlu diketahui terlebih dahulu apakah yang dimaksud dengan “hati” itu. Hati ialah pusat lingkaran tumbuh kayu bulat. Hati berbeda dengan pusat bontos. Letak hati mungkin saja tidak sama letaknya dengan pusat bontos. Tapi ada kalanya berimpit. Pengertian rapuh ialah tahap pertama proses pembusukan. Bagian kayu rapuh menunjukkan tanda-tanda berkurangnya kekerasan dan kepadatannya. Justru yang dimaksud dengan hati rapuh disini, tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukkan yang nyata. Hati rapuh ini merupakan tanda khas yang umum dimiliki kayu daun lebar di daerah tropis seperti misalnya kayu meranti dan lain sebagainya. Cacat ini mengurangi kekuatan terhadap kayu. Proses pembuatan finir secara rotary (pengupasan) akan mengalami kesulitan karena tidak adanya kekuatan dari sumbu (tombol) mesin untuk mencekam dolok tersebut.

Arah Serat

Ada beberapa jenis kayu (lara, kesambi, dan lain lain) yang memiliki serat yang berpadu. Secara umum dianggap sebagai kerugian karena kayu itu sukar dikerjakan. Dari lain pihak kayu semacam ini mempunyai keteguhan belah yang tinggi, untuk keperluan tertentu sangat baik. Serat berombak mempunyai keberatan yang sama dengan serat berpadu. Tapi bisa menimbulkan lukisan yang indah. Untuk keperluan tertentu sangat tinggi nilainya. Lain jenis kayu memiliki serat yang melintang artinya jalannya serat tidak sejajar dengan sumbu batang. Kayu yang digergaji dari batang semacam ini sudah tentu akan mewarisi serat yang melintang pula. Serat ini akan membuat keteguhan kayu berkurang. Kelainan jalannya semua serat ini dapat memberikan pola gambaran pada bidang-bidang kayu gergajian, sehingga merupakan sifat yang digemari untuk perkakas rumah/perabot. Hanya sulit dalam pengerjaan terutama pada waktu diketam. Untuk keperluan kayu bangunan dan konstruksi, unsur kekuatan diutamakan, jalan serat lurus lebih disukai. Pada pekerjaan menggergaji potongan-potongan kayu yang kecil, kita masih dapat memperhatikan jalannya serat, tetapi pada kayu yang panjang umumnya sulit didapat serat yang lurus. Penyimpangan arah serat atau kemiringan serat umumnya dinyatakan dalam suatu perbandingan misalnya: 1:6; 1:9; 1:10. Arti 1:6; kemiringan serat adalah 1 cm dalam jarak 6 cm sepanjang suatu garis sejajar sumbu batang. Untuk lainnya serupa pula. Semakin besar sudut penyimpangan, pengaruhnya semakin buruk.

Ada Lanjutannya Lho.....

0 komentar:

Posting Komentar

 

Mengenal Kayu is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2008