;

01 Oktober 2009

CARA PENGAWETAN KAYU


  1. Cara rendaman: kayu direndam di dalam bak larutan baha pengawet yang telah ditentukan konsentrasi (kepekatan) bahan pengawet dan larutannya, selama beberapa jam atau beberapa hari. Waktu pengawetan (rendaman) kayu harus seluruhnya terendam, jangan sampai ada yang terapung. Karena itu diberi beban pemberat dan sticker. Ada beberapa macam pelaksanaan rendaman, antara lain rendaman dingin, rendaman panas, dan rendaman panas dan rendaman dingin. Cara rendaman dingin dapat dilakukan dengan bak dari beton, kayu atau logam anti karat. Sedangkan cara rendaman panas atau rendaman panas dan dingin lazim dilakukan dalam bak dari logam. Bila jumlah kayu yang akan diawetkan cukup banyak, perlu disediakan dua bak rendaman (satu bak untuk merendam dan bak kedua untuk membuat larutan bahan pengawet, kemudian diberi saluran penghubung). Setelah kayu siap dengan beban pemberat dan lain-lain, maka bahan pengawet dialirkan ke bak berisi kayu tersebut. Cara rendaman panas dan dingin lebih baik dari cara rendaman panas atau rendaman dingin saja. Penetrasi dan retensi bahan pengawet lebih dalam dan banyak masuk ke dalam kayu. Larutan bahan pengawet berupa garam akan memberikan hasil lebih baik daripada bahan pengawet larut minyak atau berupa minyak, karena proses difusi. Kayu yang diawetkan dengan cara ini dapat digunakan untuk bangunan di bawah atap dengan penyerang perusak kayunya tidak hebat.
  2. Cara pencelupan: kayu dimasukkan ke dalam bak berisi larutan bahan pengawet dengan konsentrasi yang telah ditentukan, dengan waktu hanya beberapa menit bahkan detik. Kelemahan cara ini: penetrasi dan retensi bahan pengawet tidak memuaskan. Hanya melapisi permukaan kayu sangat tipis, tidak berbeda dengan cara penyemprotan dan pelaburan (pemolesan). Cara ini umumnya dilakukan di industri-industri penggergajian untuk mencegah serangan jamur blue stain. Bahan pengawet yang dipakai Natrium Penthachlorophenol. Hasil pengawetan ini akan lebih baik baila kayu yang akan diawetkan dalam keadaan kering dan bahan pengawetnya dipanaskan lebih dahulu.
  3. Cara pemulasan dan penyemprotan : cara pengawetan ini dapat dilakukan dengan alat yang sederhana. Bahan pengawet yang masuk dan diam di dalam kayu sangat tipis. Bila dalam kayu terdapat retak-retak, penembusan bahan pengawet tentu lebih dalam. Cara pengawetan ini hanya dipakai untuk maksut tertentu, yaitu : a. Pengawetan sementara (prophylactic treatment) di daerah ekploatasi atau kayu-kayu gergajian untuk mencegah serangan jamur atau bubuk kayu basah. b. Untuk membunuh serangga atau perusak kayu yang belum banyak dan belum merusak kayu (represif). c. Untuk pengawetan kayu yang sudah terpasang. Cara pengawetan ini hanya dianjurkan bila serangan perusak kayu tempat kayu akan dipakai tidak hebat (ganas).
  4. Cara pembalutan : cara pengawetan ini khusus digunakan untuk mengawetkan tiang-tiang dengan menggunakan bahan pengawet bentuk cream (cairan) pekat, yang dilaburkan/diletakkan pada permukaan kayu yang masih basah. Selanjutnya dibalut sehingga terjadilah proses difusi secara perlahan-lahan ke dalam kayu.
  5. Proses vakum dan tekanan (cara modern) :
Proses ini ada 2 macam menurut kerjanya :
  1. Proses sel penuh antara lain :
  • Proses Bethel
  • Proses Burnett
2. Proses sel kosong antara lain :
  • Proses Rueping
  • Proses Lowry

Keduanya berbeda pada pelaksanaan permulaan. Proses Rueping langsung memasukkan bahan pengawet dengan tekanan sampai ± 4 atmosfer, kemudian dinaikkan sampai sekitar 7-8 atmosfer. Sedangkan pada proses lowry tidak digunakan tekanan awal, tapi tekanan langsung sampai 7 atmosfer. Beberapa jam kemudian tekanan dihentikan dan bahan pengawet dikeluarkan dan dilakukan vakum selama 10 menit untuk membersihkan permukaan kayu dari larutan bahan pengawet.
Lainnya ditunggu ya.....

11 komentar:

The Baby on 04 Oktober, 2009 18:54 mengatakan...

Waduh banyak yang nggak paham. emang bukan dunianya. tapi it's ok aku baca, namanya juga ilmu. Sukses ya mas!

Antok on 04 Oktober, 2009 19:42 mengatakan...

@heru: maksih mas, amien...

Electric Soul Patrol on 09 Oktober, 2009 18:00 mengatakan...

wah,,,artikelnya mantab,,nambah pengetahuan dari blog ini,,mantab!!

freezipe on 09 Oktober, 2009 23:13 mengatakan...

good info,,,,tp jangan nebang sembarangan,...marai musibah..
http://freezipe.com/

narti on 09 Oktober, 2009 23:38 mengatakan...

artikel bagus, keep share...

zian on 12 Oktober, 2009 04:35 mengatakan...

hari ini dapat informasi dan ilmu baru dari blog yang keren ini, informasi yang keren abis euy

kelik on 13 Oktober, 2009 14:29 mengatakan...

Wah jarang nih dapat ilmu tentang kayu..
Terima kasih Mas Novianto..

Anonim mengatakan...

Artikel kok ga lengkap kaya gini. Harusnya ditulis dong, bahannya apa. justru itu yang pingin kita tahu.

antok on 23 April, 2011 22:23 mengatakan...

baca gratis minta lengkap gan :D

Anonim mengatakan...

tolong di serta kan bahan pengawet yg harus di pakai dan cara kerjenya oke sblm nya trimksh...

Anonim mengatakan...

gud info... appreciate it!!
Tks!!

Poskan Komentar

 

Mengenal Kayu is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2008