;

13 Oktober 2009

URUTAN KERJA PADA PENGAWETAN KAYU


Ada dua macam urutan kerja pada proses pengawetan kayu :

1. Urutan kerja pada proses pengawetan sel penuh :

  • Kayu dimasukkan ke dalam tangki pengawet, tangki ditutup rapat agar jangan terjadi kebocoran.
  • Dilakukan pengisapan udara (vakum) dalam tangki sampai 60 cm/Hg, selama kira-kira 90 menit, agar udara dapat keluar dari dalam kayu.
  • Sambil vakum dipertahankan, larutan pengawet kayu dimasukkan ke dalam tangki pengawet hingga penuh.
  • Setelah penuh, proses vakum dihentikan kemudian diganti dengan proses tekanan sampai sekitar 8 – 15 atmosfer selama kurang lebih 2 jam.
  • Proses penekanan dihentikan dan bahan pengawet kayu dikeluarkan dari tangki kembali ke tangki persediaan.
  • Dilakukan vakum terakhir sampai 40 cm/Hg, selama 10 – 15 menit, dengan maksud untuk membersihkan permukaan kayu dari bahan pengawet.

2. Urutan kerja pada proses pengawetan sel kosong :

  • Kayu dimasukkan ke dalam tangki pengawet, tangki ditutup rapat.
  • Tanpa vakum, langsung pemberian tekanan udara sampai 4 atmosfer, selama 10 – 20 menit.
  • Sementara tekanan udara dipertahankan, larutan bahan pengawet dimasukkan ke dalam tangki pengawet hingga penuh.
  • Kemudian tekanan ditingkatkan sampai 7 – 8 atmosfer selama beberapa jam
  • Tekanan dihentikan dan bahan pengawet dikeluarkan.
  • Dilakukan vakum 60 cm/Hg, selama 10 menit untuk membersihkan permukaan kayu dari kelebihan bahan pengawet.

Perbedaan proses sel penuh dan sel kosong ialah sebagai berikut : pada proses sel penuh bahan pengawet dapat mengisi seluruh lumen sel, sedangkan pada sel kosong hanya mengisi ruang antar sel.

Yang lainnya ditunggu…..

1 komentar:

Zian on 13 Oktober, 2009 22:15 mengatakan...

Pertama euuy, wah makin mantaf aja informasinya

Poskan Komentar

 

Mengenal Kayu is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2008