;

09 Agustus 2009

Kerusakan-Kerusakan Kayu Akibat Proses Pengeringan


Dalam garis besar kerusakan yang timbul disebabkan oleh 3 hal :

  • Akibat penyusutan kayu
  • Serangan jamur pembusuk
  • Bahan kimia di dalam kayu (zat ekstraktif)
Kerusakan Akibat Penyusutan Kayu

Terjadi pada saat kayu mengering. Umumnya pada pengeringan dengan kiln atau secara alami dapat timbul kerusakan akibat penyusutan ini, disebabkan kurang hati-hati dalam pelaksanaan. Di antara ketiga golongan kerusakan kayu, kerusakan oleh penyusutan adalah yang paling banyak terjadi. Hal ini perlu mendapat perhatian, agar kerusakan tersebut dapat dicegah dengan jalan menurunkan suhu atau menaikkan kelembaban udara. Kerusakanny biasanya bisa berupa retak pecah atau yang lainnya.

Cacat-cacat serupa yang diakibatkan penyusutan antara lain adalah :
  • Pecah ujung (end checks) dan pecah permukaan (surface checks)
  • Pecah dimulai pada bagian ujung kayu dan menjalar sepanjang papan
  • Retak di bagian dalam kayu (honeycombing)
  • Casehardening
  • Bentuk mangkok (cupping) : perubahan bentuk melengkung pada arah lebar kayu
  • Bentuk busur (bowing) : perubahan bentuk melengkung pada arah memanjang kayu
  • Menggelinjang (twist)
  • Perubahan bentuk penampang kayu (diamonding)
Cacat-cacat bentuk ini sukar dihindari, tetapi dapat dikurangi dengan cara penumpukan yang baik dan meletakkan beban pemberat pada bagian atas tumpukan serta tidak memberikan suhu yang terlalu tinggi selama proses pengeringan.

Kerusakan Akibat Serangan Jamur Pembusuk

Kerusakan ini terjadi pada permulaan pengeringan. Jamur itu sendiri sebenarnya telah melekat sebelum kayu tersebut dikeringkan dalam kiln. Yang banyak diserang umumnya adalah bagian kayu gubal. Karena jamur dapat tumbuh subur pada suhu yang rendah dan kelembaban yang tinggi, maka untuk mengendalikan kerusakan ini ialah dengan mempercepat pengeringan pada suhu lebih tinggi. Umumnya kerusakan ini hanya mengubah warna kayu, tidak menurunkan sifat mekanik kayu.

Kerusakan Akibat Bahan Kimia Di Dalam Kayu

Kayu memiliki kandungan beberapa zat, diantaranya adalah zat ekstraktif. Melalui reaksi kimia zat ini dapat mengakibatkan perubahan warna atau noda kimia pada kayu. Perubahan ini tidak mempengaruhi kekuatan kayu itu sendiri, hanya pengruh yang tidak baik terhadap penglihatan mata saja. Hal itu terjadi karena bereaksinya zat ekstraktif dengan panas yang ada pada kiln.

Yang Lainnya Ditunggu Ya…
 

Mengenal Kayu is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2008