;

17 Oktober 2009

KERAJINAN KAYU JATI


Dalam pemrosesan kayu jati pada tahap sederhana umumnya dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Penebangan pohon jati
  2. Pembelahan kayu jati glondongan menjadi kayu pesagen
  3. Pemrosesan menjadi barang jadi
Begitu pula seperti yang saya lakukan sehari-hari pada pekerjaan saya, saya pun pada dasarnya melakukan 3 hal tersebut.
Dalam pemrosesan tersebut biasanya akan menyisakan kayu ukuran-ukuran yang tidak bisa digunakan untuk bahan kayu bangunan ataupun meubel, lha ukuran itulah yang biasanya digunakan untuk bahan kerajinan kayu. Sayapun juga produksi kerajinan kayu jati (promosi nih critanya) kayak di toko "kluwung" kerajinan on line,tapi sebetulnya masih banyak lagi macam-macam kerajinan kayu jati yang bisa kita produksi, jadi bagi pembaca yang tertarik langsung aja hubungi saya ya bisa pesen sesuai permintaan kok....

Ditunggu pesenannya ya....

15 Oktober 2009

JUAL KAYU JATI INDONESIA


Kayu jati meubel, kayu jati furniture, anda butuh kayu-kayu tersebut ?
bentuk ukuran bahan baku ataupun barang jadi?
kami ada stock kayu jati dalam berbagai bentuk untuk decking, bahan pintu cendela, ataupun bahan meubel...
Ready stock....
Hubungi  +6281 937767788  PIN BB 285EF93B

13 Oktober 2009

URUTAN KERJA PADA PENGAWETAN KAYU


Ada dua macam urutan kerja pada proses pengawetan kayu :

1. Urutan kerja pada proses pengawetan sel penuh :

  • Kayu dimasukkan ke dalam tangki pengawet, tangki ditutup rapat agar jangan terjadi kebocoran.
  • Dilakukan pengisapan udara (vakum) dalam tangki sampai 60 cm/Hg, selama kira-kira 90 menit, agar udara dapat keluar dari dalam kayu.
  • Sambil vakum dipertahankan, larutan pengawet kayu dimasukkan ke dalam tangki pengawet hingga penuh.
  • Setelah penuh, proses vakum dihentikan kemudian diganti dengan proses tekanan sampai sekitar 8 – 15 atmosfer selama kurang lebih 2 jam.
  • Proses penekanan dihentikan dan bahan pengawet kayu dikeluarkan dari tangki kembali ke tangki persediaan.
  • Dilakukan vakum terakhir sampai 40 cm/Hg, selama 10 – 15 menit, dengan maksud untuk membersihkan permukaan kayu dari bahan pengawet.

2. Urutan kerja pada proses pengawetan sel kosong :

  • Kayu dimasukkan ke dalam tangki pengawet, tangki ditutup rapat.
  • Tanpa vakum, langsung pemberian tekanan udara sampai 4 atmosfer, selama 10 – 20 menit.
  • Sementara tekanan udara dipertahankan, larutan bahan pengawet dimasukkan ke dalam tangki pengawet hingga penuh.
  • Kemudian tekanan ditingkatkan sampai 7 – 8 atmosfer selama beberapa jam
  • Tekanan dihentikan dan bahan pengawet dikeluarkan.
  • Dilakukan vakum 60 cm/Hg, selama 10 menit untuk membersihkan permukaan kayu dari kelebihan bahan pengawet.

Perbedaan proses sel penuh dan sel kosong ialah sebagai berikut : pada proses sel penuh bahan pengawet dapat mengisi seluruh lumen sel, sedangkan pada sel kosong hanya mengisi ruang antar sel.

Yang lainnya ditunggu…..

01 Oktober 2009

CARA PENGAWETAN KAYU


  1. Cara rendaman: kayu direndam di dalam bak larutan baha pengawet yang telah ditentukan konsentrasi (kepekatan) bahan pengawet dan larutannya, selama beberapa jam atau beberapa hari. Waktu pengawetan (rendaman) kayu harus seluruhnya terendam, jangan sampai ada yang terapung. Karena itu diberi beban pemberat dan sticker. Ada beberapa macam pelaksanaan rendaman, antara lain rendaman dingin, rendaman panas, dan rendaman panas dan rendaman dingin. Cara rendaman dingin dapat dilakukan dengan bak dari beton, kayu atau logam anti karat. Sedangkan cara rendaman panas atau rendaman panas dan dingin lazim dilakukan dalam bak dari logam. Bila jumlah kayu yang akan diawetkan cukup banyak, perlu disediakan dua bak rendaman (satu bak untuk merendam dan bak kedua untuk membuat larutan bahan pengawet, kemudian diberi saluran penghubung). Setelah kayu siap dengan beban pemberat dan lain-lain, maka bahan pengawet dialirkan ke bak berisi kayu tersebut. Cara rendaman panas dan dingin lebih baik dari cara rendaman panas atau rendaman dingin saja. Penetrasi dan retensi bahan pengawet lebih dalam dan banyak masuk ke dalam kayu. Larutan bahan pengawet berupa garam akan memberikan hasil lebih baik daripada bahan pengawet larut minyak atau berupa minyak, karena proses difusi. Kayu yang diawetkan dengan cara ini dapat digunakan untuk bangunan di bawah atap dengan penyerang perusak kayunya tidak hebat.
  2. Cara pencelupan: kayu dimasukkan ke dalam bak berisi larutan bahan pengawet dengan konsentrasi yang telah ditentukan, dengan waktu hanya beberapa menit bahkan detik. Kelemahan cara ini: penetrasi dan retensi bahan pengawet tidak memuaskan. Hanya melapisi permukaan kayu sangat tipis, tidak berbeda dengan cara penyemprotan dan pelaburan (pemolesan). Cara ini umumnya dilakukan di industri-industri penggergajian untuk mencegah serangan jamur blue stain. Bahan pengawet yang dipakai Natrium Penthachlorophenol. Hasil pengawetan ini akan lebih baik baila kayu yang akan diawetkan dalam keadaan kering dan bahan pengawetnya dipanaskan lebih dahulu.
  3. Cara pemulasan dan penyemprotan : cara pengawetan ini dapat dilakukan dengan alat yang sederhana. Bahan pengawet yang masuk dan diam di dalam kayu sangat tipis. Bila dalam kayu terdapat retak-retak, penembusan bahan pengawet tentu lebih dalam. Cara pengawetan ini hanya dipakai untuk maksut tertentu, yaitu : a. Pengawetan sementara (prophylactic treatment) di daerah ekploatasi atau kayu-kayu gergajian untuk mencegah serangan jamur atau bubuk kayu basah. b. Untuk membunuh serangga atau perusak kayu yang belum banyak dan belum merusak kayu (represif). c. Untuk pengawetan kayu yang sudah terpasang. Cara pengawetan ini hanya dianjurkan bila serangan perusak kayu tempat kayu akan dipakai tidak hebat (ganas).
  4. Cara pembalutan : cara pengawetan ini khusus digunakan untuk mengawetkan tiang-tiang dengan menggunakan bahan pengawet bentuk cream (cairan) pekat, yang dilaburkan/diletakkan pada permukaan kayu yang masih basah. Selanjutnya dibalut sehingga terjadilah proses difusi secara perlahan-lahan ke dalam kayu.
  5. Proses vakum dan tekanan (cara modern) :
Proses ini ada 2 macam menurut kerjanya :
  1. Proses sel penuh antara lain :
  • Proses Bethel
  • Proses Burnett
2. Proses sel kosong antara lain :
  • Proses Rueping
  • Proses Lowry

Keduanya berbeda pada pelaksanaan permulaan. Proses Rueping langsung memasukkan bahan pengawet dengan tekanan sampai ± 4 atmosfer, kemudian dinaikkan sampai sekitar 7-8 atmosfer. Sedangkan pada proses lowry tidak digunakan tekanan awal, tapi tekanan langsung sampai 7 atmosfer. Beberapa jam kemudian tekanan dihentikan dan bahan pengawet dikeluarkan dan dilakukan vakum selama 10 menit untuk membersihkan permukaan kayu dari larutan bahan pengawet.
Lainnya ditunggu ya.....
 

Mengenal Kayu is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2008