;

22 November 2009

AKHIR PROSES PENGAWETAN KAYU


Ada 3 hal yang perlu diperhatikan pada akhir proses pengawetan kayu :
  1. Pembongkaran kayu dari tumpukan dalam bak celup (rendaman) harus dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan kayu yang mengakibatkan tergoresnya permukaan yang telah terlapiskan bahan pengawet.
  2. Untuk pengeringan kayu setelah diawetkan, dapat digunakan pengeringan secara alami atau buatan. Hanya perlu diperhatikan, tidak semua bahan pengawet dapat dikeringkan secara pengeringan buatan (dry kiln). Sebab dengan pengeringan yang mendadak, bahan pengawet akan menguap dari dalam kayu, yang berarti pelunturan bahan pengawet. Biasanya bahan pengawet larut minyak dan berupa minyak mengijinkan pengeringan akhir dengan kiln. Setelah kayu benar-benar kering, penggunaan dapat dilakukan.
  3. Penyimpanan sementara sebelum kayu dipakai harus dilakukan di tempat terlindung dan terbuka bagi sirkulasi udara. caranya seperti penyusunan kayu gergajian dengan menggunakan alat ganjel.
bersambung lho....

06 November 2009

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN METODE PENGAWETAN KAYU


1. Metode Rendaman

Keuntungan :
  • Penetrasi dan retensi bahan pengawet lebih banyak
  • Kayu dalam jumlah banyak dapat diawetkan bersama
  • Larutan dapat digunakan berulang kali (dengan menambah konsentrasi bila berkurang)
Kerugian :
  • Waktu agak lama, terlebih dengan rendaman dingin
  • Peralatan mudah terkena karat
  • Pada proses panas, bila tidak hati - hati kayu bisa terbakar
  • Kayu basah agak sulit diawetkan

2. Metode Pencelupan

Keuntungan :
  • Proses sangat cepat
  • Bahan pengawet dapat dipakai berulang kali (hemat)
  • Peralatan cukup sederhana
Kerugian :
  • Penetrasi dan retensi kecil sekali, terlebih pada kayu basah
  • Mudah luntur, karena bahan pengawet melapisi permukaan kayu sangat tipis
3. Metode Pemulasan dan Penyemprotan

Keuntungan :
  • Alat sederhana, mudah penggunaannya
  • Biaya relatif murah
Kerugian :
  • Penetrasi dan retensi bahan pengawet kecil
  • Mudah luntur
4. Metode Pembalutan

Keuntungan :
  • Peralatan sederhana
  • Penetrasi lebih baik, hanya waktu agak lama
  • Digunakan untuk tiang-tiang kering ataupun basah
Kerugian :
  • Pemakaian bahan pengawet boros
  • Jumlah kayu yang diawetkan terbatas, waktu membalut lama
  • Membahayakan mahluk hidup sekitarnya (hewan dan tanaman)
5. Metode Vakum dan Tekanan

Keuntungan :
  • Penetrasi dan retensi tinggi sekali (memuaskan)
  • Waktunya relatif singkat sekali
  • Dapat mengawetkan kayu basah dan kering
Kerugian :
  • Modal yang diperlukan besar
  • Perlu ketelitian dan pengerjaan yang tinggi
  • Cara ini hanya sesuai untuk perusahaan yang komersial

Yang lainnya ditunggu....



 

Mengenal Kayu is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2008